Rabu, 31 Desember 2014

Anugerah JPIP Otonomi Award bidang sanitasi berbuah IPAL Komunal


Sebagai apresiasi terhadap Kota Blitar sebagai peraih JPIP Otonomi Award kategori sanitasi, maka Kementerian Lingkungan Hidup memberikan bantuan pembangunan IPAL komunal plus biogas yang berlokasi di Kelurahan Plosokerep Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Pembangunan IPAL tersebut didasari Kesepekatan bersama antara Kementerian Lingkungan Hidup yang diwakili Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Pemerintah Kota Blitar yang diwakili Walikota Blitar Bpk. Muhammad Samanhudi Anwar. Pembangunan IPAL tersebut dimulai Bulan Oktober tahun 2014 dan selesai akhir desember 2014. IPAL komunal yang dimanfaatkan sebagai biogas ini merupakan yang kedua di Kota Blitar setelah IPAL Nurul Ulum.

Jumat, 27 Juni 2014

Sosialisasi Perizinan Lingkungan


Sebagai upaya mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan, salah satu instrumen pendukung yang cukup penting adalah perizinan lingkungan. Instrumen tersebut mampu menjadi sarana pencegahan timbulnya pencemaran atau kerusakan lingkungan. Menindaklanjuti hal tersebut saya secara langsung terlibat dalam kegiatan sosialisasi perizinan lingkungan yang diinisiasi Kantor Lingkungan Hidup Pada tanggal 26 Juni 2014 di Balai kota Koesoemo Wicitro Kota Blitar. Acara tersebut mengahdirkan 3 narasumber yaitu Ir. Yun Insiani dari kementerian Lingkungan Hidup, Ir.Suwasono Heddy MS dari Universitas Brawijaya Malang dan saya sendiri. Pada Acara tersebut saya menyampaikan substansi Perwali Kota Blitar Nomor 32 Tahun 2013 tentan tata cara perizinan penyimpanan sementara dan pengumpulan limbah berbahaya dan beracun (B3) di usaha dan/atau kegiatan di Kota Blitar

Minggu, 18 Mei 2014

Short course Climate Change

Alhamdullilah awal bulan mei yang lalu saya berkesempatan mengikuti short course tentang perubahan iklim (climate change) di Dhaka Bangladesh. Pengalaman luar biasa bisa mengikuti kursus singkat dari pakar perubahan iklim internasional juga bertemu rekan - rekan lintas negara dari Afrika selatan, Tanzania, Uganda, Bangladesh, India dan Filipina. Beberapa materi yang saya dapat diantaranya Impact of climate change, Geographical vulnerability, social vulnerability, contribution of cities, Urban governance for climate change dll. Disamping materi saya juga bisa mendapatkan informasi terkait upaya adapatasi perubahan iklim dari masing - masing peserta short course. Salah satu materi yang cukup menarik adalah mekanisme publikasi isu perubahan iklim dari BBC. Hasil dari short course setidaknya semakin memberi gambaran terkait dampak dari perubahan iklim serta bagaimana merancang konsep mitigasi dan adaptasi serta upaya untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.Materi short course bisa diunduh di link berikut DOWNLOAD


Selasa, 31 Desember 2013

Akhirnya kami punya biogas !

Lega rasanya ketika kompor biogas yang kami buat menyala. Ya lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) 2013 Kantor Lingkungan Hidup Daerah Kota Blitar membuat biogas dari limbah ternak sapi. Lokasi biogas di RT 1 RW 1 Kelurahan Ngadirejo dan RT 2 RW 5 Kelurahan Pakunden Kota Blitar. Diharapkan dengan biogas tersebut limbah ternak sapi dapat teratasi, hasilnya juga dapat digunakan untuk pupuk organik serta mampu menyediakan alternatif energi bagi masyarakat. San
gat sesuai dengan prinsip APBD pro rakyat....

Jumat, 28 September 2012

Rapat Pembekalan Evaluasi Mutu Dokumen Lingkungan


Masih pada bulan september 2012 tepatnya tanggal 27 - 28 saya mengikuti rapat pembekalan evaluasi Mutu Dokumen Lingkungan di Hotel Inna Simpang. Dokumen Lingkungan seperti yang kita ketahui ada AMDAL, UKL UPL serta SPPL. Tetapi fokus yang dibahas pada rapat ini adalah AMDAL. Ya walaupun di Kota Blitar kurang begitu implementatif karena sedikit sekali  usaha yang Wajib AMDAL (Cuman 2 doank  RSD Mardi Waluyo dan waterpark sumber udel ). Aturan yang dipakai adalah Permen LH No 24 Tahun 2009 disitu kita lakukan uji administratif, uji konsistensi, uji keharusan, uji kedalaman dan uji relevansi. Ya paling tidak dari rapat ini ada sedikit gambaran tentang evaluasi AMDAL walau kalau mau lebih sih bisa ikut Diklat Penilai....

Sabtu, 15 September 2012

Raker Binwas Komisi Penilai AMDAL 2012

Setelah mengikuti agenda Raker Laboratorium, agenda saya adalah mengikuti Rapat Pelaksanaan Pembinaan Pengawasan terhadap komisi AMDAL di daerah di tempat yang sama tanggal 13 - 14 September 2012. Pada Rapat kali ini disampaikan beberapa materi diantaranya Kebijakan Pembinaan dan Pengawasan Komisi Penilai AMDAL Daerah sesuai Permen LH Nomor 25 Tahun 2009 oleh BLH Prop. Jatim. Penyampaian implementasi hasil Pembinaan dan Pengawasan KLH terhadap BLH Kabupaten Pasuruan. Teknik Analisa dan Evaluasi Pelaporan leh Univ. Wijaya Kusuma.
Pada hari kedua disampaikan paparan testimoni dari BLH Kota surabya dalam memperoleh lisensi Komisi Penila AMDAL serta evaluasi dan upaya perbaikan berkesinambungan dari Komisi Penilai AMDAL Prop. Jatim. Khusus untuk Kota Blitar pembentukan Komisi penilai AMDAL relatif masih belum menjadi prioritas karena sampai dengan bulan September 2012 usaha dan/atau kegiatan yang memiliki AMDAL hanya 2 (dua) yaitu RSD Mardi Waluyo dan water park Sumber Udel

Jumat, 14 September 2012

Raker Laboratorium Lingkungan 2012

Sampai bulan September 2012, laboratorium lingkungan kab/kota terakreditasi di Jawa timur hanya UPTD lab. lingkungan  Kab. Mojokerto. Berdasarkan kondisi tersebut BLH Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Rapat kerja laboratatorium tanggal 12 -13 September 2012 di Hotel Inna Simpang Surabaya.
Pada acara tersebut dipaparkan pemetaan laboratorium lingkungan se Jatim oleh Ka. UPT Laboratorium BLH Prop Jatim. Selain itu juga ada materi pemenuhan persyaratan lab. lingkungan oleh narasumber dari Pusarpedal KLH. Dalam acara tersebut juga disampaikan testimoni dari UPT Lab.lingkungan Kabupaten Mojokerto juga aplikasi pelaksanaan sebagai lab lingkungan oleh envilab surabaya. 
Raker  juga membahas draft Revisi Kep Gub Nomor 51 Tahun 2001, serta penyusunan prosedur standar sesuai SNI 17025 dari BBTKL surabaya. Khusus untuk KLH Kota Blitar langkah konkrit yang akan segera dilakukan adalah melakukan pengadaan reagen kit untuk dapat melakukan analisa laboratorium pada penganggaran tahun 2013. Hal tersebut dilakukan karena keterbatasan sumber daya manusia yang ada.